2010年1月2日土曜日

KANJI


KANJI

Isi bab ini
1. Penjelasan Tentang Kanji
2. Cara mempelajari Kanji
3. Cara Baca Kanji
4. Alasan Kenapa Harus Menggunakan Kanji

1. Penjelasan Kanji
Dalam bahasa Jepang, hampir semua kata benda dan akar dari kata kerja dan kata sifat ditulis dengan huruf kanji. Ini berarti kita perlu mempelajari huruf-huruf kanji. Tapi tidak semua kata ditulis menggunakan kanji. Sebagai contoh, verba(kata kerja) 'melakukan' sebetulnya punya kanji, namun selalu ditulis menggunakan hiragana. Untuk menentukan apakah suatu kata harus ditulis menggunakan hiragana atau kanji, diperlukan pertimbangan kata per kata dan pengetahuan tentang bagaimana suatu kata biasanya ditulis. Tapi, sebagian besar kata bahasa Jepang yang memiliki kanji hampir selalu ditulis menggunakan kanji. (kecuali buku anak-anak dan beberapa bacaan lain di mana pembacanya diperkirakan tidak tahu banyak kanji)

Kita akan menggunakan kanji sejak awal untuk melatih mengenali tulisan bahasa Jepang "asli" secepat mungkin. Oleh karenanya, kita harus tahu beberapa sifat kanji dan mengenal beberapa strategi untuk mempelajarinya dengan cepat dan efisien. Menguasai kanji bukanlah hal yang mudah, tapi dengan usaha yang giat siapapun bisa mencapainya. Bagian tersusah dari perjalanan ini adalah menguasai kemampuan belajar kanji dan masalah waktu. Secara kasarnya, agar hafalan kanji kita tidak berhenti hanya sampai ingatan jangka pendek, kita perlu belajar banyak dan yang paling penting untuk jangka waktu yang panjang. Yang kami maksud bukanlah belajar lima jam tiap hari namun sesering mungkin mempelajari dan menghafal serta mengulas cara menulisnya, sampai kita yakin bahwa kanji tersebut benar-benar telah tertanam dalam ingatan.

Tidak ada alasan baik untuk menunda pekerjaan besar mempelajari kanji sampai "tingkat lanjut". Dengan mempelajari kanji bersamaan dengan kosakata baru sejak awal, tugas besar menguasai kanji bisa dibagi menjadi tahap-tahap kecil yang lebih mudah dikelola, dan waktu tambahan tersebut membantu melekatkan kanji yang telah dipelajari ke ingatan permanen.

Sebagai tambahan, mengetahui kanji akan sangat membantu kita mempelajari kata-kata baru, yang seringkali merupakan gabungan dari kanji-kanji yang telah kita pelajari.
Contohnya, kalau telah mengetahui kanji "bergerak" 動 (どう), kanji "menanam" 植 (しょく), dan kanji "benda" 物 (ぶつ), maka pengetahuan tersebut akan membantu kita mengetahui kosakata baru yaitu "binatang"動物 (どうぶつ) dan "tumbuhan" yaitu 植物 (しょくぶつ). Dalam bahasa Jepang binatang adalah "benda yang bergerak" dan tanaman adalah "benda yang ditanam" Kalau kita mempelajari kanji belakangan, keuntungan ini tidak akan diperoleh.

2. Cara Mempelajari Kanji
Terutama bagi yang baru mulai belajar, kita perlu menulis setiap kanji berulang-ulang untuk menghafalkan urutan guratannya. Hal penting lainnya adalah mempelajari cara menyeimbangkan tiap huruf sehingga bagian-bagiannya tidak terlalu besar maupun kecil. Jadi pastikan untuk meniru hurufnya semirip mungkin dengan contoh yang ada. Nantinya kita akan otomatis menguasai cara menulis bagian-bagian yang sering muncul sehingga kalau kita menemui kanji baru akan langsung tahu cara menulisnya dengan benar.

3. Cara Baca Kanji
Hampir semua kanji memiliki dua jenis pengucapan yaitu on-yomi (音読み) dan kun-yomi (訓読み). On-yomi adalah bacaan aslinya dari China dan kun-yomi adalah bacaan Jepangnya. Kanji yang berdiri sendiri biasanya dibaca dengan kun-yomi sedangkan kanji yang merupakan bagian dari kata gabungan atau jukugo (熟語) biasanya dibaca dengan on-yomi. Sebagai contoh, 「力」(ちから, tenaga) dibaca dengan kun-yomi sedangkan huruf yang sama dalam kata gabungan seperti 「能力」(のうりょく, kemampuan) 「力」dalam kosakata ini, dibaca dengan on-yomi ( 「りょく」).

Huruf-huruf tertentu bisa memiliki lebih dari satu on-yomi maupun kun-yomi. Contohnya, pada kata 「怪力」(かいりき, kekuatan super), 「力」 dibaca 「りき」 dan bukan 「りょく」 seperti pada contoh sebelumnya. Beberapa kata gabungan juga punya bacaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bacaan huruf-huruf pembentuknya. Contohnya adalah 「今朝」dibaca 「けさ」yang berarti "pagi ini" dan Bacaan khusus ini harus dihafalkan secara terpisah. Untungnya, bacaan khusus seperti ini jarang-jarang.

Kun-yomi juga digunakan untuk adjektiva (kata sifat) dan verba (kata kerja). Kata-kata tersebut sering diakhiri oleh sejumlah hiragana yang disebut okurigana (送り仮名). Huruf kanjinya akan tetap sama walaupun katanya di rubah ke berbagai macam bentuk. Sebagai contoh, bentuk lampau verba "makan" 「食べる」(たべる) adalah 「食べた」(たべた). Walaupun verbanya berubah bentuk, 「食」 tetap dibaca sama yaitu 「た」.

Bacaan suatu kanji bisa sedikit berubah di dalam kata gabungan,dengan maksut agar katanya lebih mudah diucapkan. Contohnya adalah 「一杯」(いっぱい, segelas)、 「学校」(がっこう, sekolah).
Aspek menyenangkan kanji yang lainnya adalah kata-kata yang arti dasarnya sama dan dibaca sama namun memiliki kanji yang berbeda untuk menyampaikan perbedaan nuansa yang tipis. Contohnya 「聞く」(きく) berarti "mendengar" dan begitu juga 「聴く」(きく). Bedanya adalah 「聴く」 berarti kita lebih memperhatikan yang didengarkan. Misalnya, pada kasus mendengar musik yang digunakan hampir selalu 「聴く」 dan bukan 「聞く」. 「聞く」 juga bisa berarti "bertanya", namun 「訊く」(きく) selalu berarti "bertanya". Contoh lainnya adalah 「見る」(みる) yang berarti "melihat", namun untuk melihat pertunjukan misalnya film bioskop sering digunakan kanji lain yaitu 「観る」(みる).

Contoh menarik lain adalah 「書く」(かく) yang berarti "menulis" dan 「描く」(かく) yang berarti "menggambar". Ada juga kasus di mana arti dan kanjinya tetap tapi bacaanya bermacam-macam, misalnya "hari ini" 「今日」 yang bisa dibaca 「きょう」、「こんじつ」、maupun 「こんにち」. Dalam kasus ini, sebetulnya tidak masalah bacaan mana yang dipakai, walaupun bacaan tertentu lebih dipilih pada situasi tertentu.

Terakhir, ada satu huruf 々 yang mungkin lebih merupakan tanda baca. Tanda tersebut berarti bahwa huruf sebelumnya diulang. Contohnya, 「時時」、「様様」、「色色」、dan 「一一」 bisa dan biasanya ditulis sebagai 「時々」、「様々」、「色々」、「一々」.
Selain kanji yang telah disebutkan di atas,masih ada beberapa keunikan yang lain. Namun, jangan takut dan menganggap bahwa bahasa Jepang susah minta ampun. Kebanyakan kosakata dalam bahasa jepang hanya memiliki satu penulisan kanji dan kebanyakan kanji hanya memiliki dua cara baca.

4. Alasan Kenapa Harus Menggunakan Kanji
Kenapa kita harus belajar kanji untuk menguasai bahasa Jepang??
Pemerintah Jepang sebetulnya telah mencoba mengganti kanji dengan romaji sesaat setelah perang dunia kedua namun tidak berhasil. Orang yang telah banyak mengetik kanji di komputer Pasti bisa mengetahui apa sebabnya. Saat kita berusaha mengkonversi hiragana menjadi kanji, hampir selalu disuguhi paling tidak dua pilihan (homofon) dan kadang bisa sampai sepuluh (coba ketik kikan). Hal ini di sebabkan karena jumlah suara dalam bahasa Jepang sangatlah sedikit, sehingga susah untuk menghindari homofon.

Karena orang ingin membaca jauh lebih cepat dibanding saat berbicara, diperlukan sejenis petunjuk visual untuk memungkinkan pengenalan kata secara instan..Kita bisa saja menggunakan hirgana dan katakana untuk menulis kalimat dalam bahasa jepang.Namun, karena petunjuk visualnya tidak sejelas kanji, perlu menggunakan spasi. (kapan dan di mana menggunakan spasi ternyata menjadi masalah tersendiri)

Dengan kanji, bahasa Jepang tidak perlu dipusingkan oleh spasi, dan banyak masalah yang berkaitan dengan persamaan kata bisa terselesaikan. Tanpa kanji, walaupun dengan bantuan spasi, akan menjadi tulisan Jepang yang sangat susah dibaca.