2009年12月23日水曜日

BELAJAR DASAR BAHASA JEPANG

Isi bab ini

  1. Masalah pada buku-buku pelajaran bahasa jepang pada umumnya
  2. Cara menguasai bahasa Jepang
  3. Saran

Masalah pendidikan bahasa Jepang pada umumnya

Masalah pada pendidikan bahasa Jepang /buku-buku pelajaran bahasa jepang pada umumnya terletak pada tujuannya:

  1. Mereka ingin siswa bisa menggunakan bahasa Jepang sopan secepat mungkin.
  2. Mereka tidak ingin menantang siswa dengan mengajarka huruf Jepang yang jumlahnya memang banyak.
  3. Mereka ingin mengajari cara mengucapkan ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia menggunakan bahasa Jepang.

Karena bahasa Jepang jauh berbeda dengan bahasa Indonesia, bahkan mulai dari cara berpikir dasarnya, tujuan-tujuan tersebut menghasilkan banyak cara-cara mengajar yang membingungkan. Mereka biasanya banyak memakai aturan rumit dan berbagai tata bahasa untuk ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia tertentu. Mereka juga menganggap bahwa siwa tidak cukup cerdas untuk menghafalkan huruf-huruf kanji sehingga hampir tidak mengajarkanya sama sekali. Jadi saat siswa pergi ke Jepang atau mengunjungi situs bahasa Jepang, akan kaget, karena siswa akan menyadari bahwa pada dasarnya siswa tidak bisa membaca kanji.

Akar permasalahannya adalah pengajar mencoba mengajarkan bahasa Jepang dengan cara berpikir bahasa Indonesia, tanpa menjelaskan semua mekanisme dan cara berpikir yang dipakai orang jepang. Mereka mungkin mengajarkan kata-kata dalam bentuk sopannya sebelum memperkenalkan bentuk dasarnya, padahal cara tersebut tentunya terbalik.

Solusi masalah ini adalah menjelaskan bahasa Jepang dari sudut pandang orang Jepang. Lalu menjelaskan dari dasar bagaimana bahasa tersebut bekerja. Karenanya, diperlukan urutan penjelasan yang masuk akal dalam bahasa Jepang.

Pada dasarnya, yang diperlukan adalah panduan menguasai bahasa Jepang menggunakan cara berpikir orang Jepang.

Cara menguasai bahasa Jepang

Panduan ini berusaha menjelaskan tata bahasa Jepang secara sistematis dan masuk akal. Namun bukanlah alat praktis untuk secepatnya mempelajari ungkapan-ungkapan berguna (misalnya, ungakapan-ungkapan umum saat bepergian). Panduan ini akan membangun fondasi-fondasi tata bahasa secara logis sehingga siswa akan memiliki pemahaman dasar yang kuat. Kalau siswa pernah mempelajari bahasa Jepang lewat buku lain, mungkin akan menemui bahwa ada perbedaan besar tentang urutan dan penyampaian materinya. Ini karena panduan ini tidak berusaha memaksa agar bahasa Jepangnya cocok dengan kerangka bahasa Indonesia. Di sini, contoh-contoh dan terjemahannya akan menunjukkan bagaimana ide-ide diekspresikan dalam bahasa Jepang yang sebenarnya, sehingga penjelasannya akan menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti.

Di awal, digunakan terjemahan bahasa Indonesia yang seharfiah mungkin (literal, kata per kata). Terjemahan harfiah tersebut pada umumnya akan menghasilkan kalimat bahasa Indonesia yang aneh, namun dari situ kita akan bisa melihat bagaimana orang Jepang sebenarnya memahami kalimat tersebut. Contohnya, di terjemahannya mungkin tidak dituliskan subjek kalimat karena memang dalam kalimat bahasa Jepangnya tidak ada. Sebagai contoh lain, karena bahasa Jepang tidak membedakan antara kebenaran umum dengan bentuk masa depan (misal "Saya makan" dengan "Saya akan makan") maka terjemahannya juga belum tentu membedakannya. Harapannya adalah siswa menjadi tahu arti sebenarnya dari suatu kalimat bahasa Jepang. Setelah siswa menjadi akrab dan nyaman dengan cara kerja bahasa Jepang, keharfiahan terjemahan akan perlahan-lahan dikurangi sehingga menjadi lebih enak dibaca guna mendukung pembahasan topik-topik lanjut.

Dalam bahasa Jepang, konsep bahasa yang paling dasar ternyata juga yang paling sulit untuk dipahami. Lalu, kata-kata yang paling umum sayangnya punya banyak aturan pengecualian. Ini berarti bagian tersulit dari bahasa Jepang malah akan kita pelajari di bagian awal. Buku-buku pada umumnya tidak mengambil jalur seperti itu,. Mereka menunda pembahasan konjugasi-konjugasi tersusah dan menutup-nutupinya sambil langsung mengajarkan ungkapan-ungkapan umum. Hal tersebut sah-sah saja, namun malah akan menimbulkan lebih banyak masalah dan kebingungan nantinya, sebagaimana membangun rumah di atas fondasi yang rapuh. Dalam mempelajari bahasa, bagian yang susah mau tidak mau pasti akan dipelajari, tidak peduli apakah itu sejak awal ataupun akhir-akhir. Nah, kalau dipelajari sejak awal, bagian-bagian yang mudah malah akan menjadi jauh lebih mudah karena cocok dengan fondasi awal yang telah dibangun. Tata bahasa Jepang sebetulnya sangatlah konsisten. Kalau sudah mempelajari aturan-aturan tersulitnya, kita akan melihat bahwa banyak tata bahasa sisanya memanfaatkan aturan-aturan dasar tersebut. Dari situ, bagian yang menantang tinggal mengingat kombinasi-kombinasi dari aturan dasarnya untuk menggunakannya di situasi yang benar.

Saran

Saat berlatih bahasa Jepang: kalau suatu saat siswa kebingungan mengungkapkan suatu pemikiran bahasa Indonesia menggunakan bahasa Jepang, maka lebih baik tidak usah membuang-buang waktu mencoba menerjemahkannya sendiri. Hampir selalu, terjemahan yang siswa hasilkan akan kacau. Selalu ingatlah hal ini: kalau belum tahu cara mengungkapkan sesuatu, maka Anda memang belum tahu. Sebagai alternatifnya, tanyalah orang yang lebih tahu dan minta penjelasannya. Dengan cara ini, siswa akan belajar langsung dari bahasa Jepangnya yang benar. Kalau siswa berlatih dari jawabannya, maka akan menumbuhkan kebiasaan baik yang akan membantu mencipkatan kalimat-kalimat bahasa Jepang yang benar dan alami.

Karena dari itu percayalah akan metode "belajar dari contoh". Contoh dan pengalaman adalah senjata utama dalam menguasai bahasa Jepang. Oleh karenanya, kalau siswa tidak sepenuhnya paham suatu penjelasan saat pertama kali mempelajarinya, jangan terlalu khawatir! Teruslah melangkah sambil menjadikan penjelasan tersebut sebagai referensi saat menemukan lebih banyak contoh penggunaannya. Ini akan membuat siswa lebih bisa merasakan penggunaanya di berbagai macam situasi.Saya menyarankan untuk melatih bahasa Jepangmu sesering mungkin dan hanya membuka buku ini saat menemui tata bahasa yang baru. Hanya dari Internet pun, kamu sudah bisa mendapat banyak materi termasuk situs, forum, dan chatting. Membeli buku maupun komik berbahasa Jepang juga merupakan cara yang baik (dan menyenangkan) untuk menambah perbendaharaan kata dan melatih kemampuan membaca. Lalu, saya juga percaya bahwa tidak mungkin mempelajari cara berbicara dan melatih pendengaran tanpa pantauan. Berlatih berbicara dan mendengar dengan orang yang sudah mahir bahasa Jepang adalah keharusan kalau kamu ingin menguasai keterampilan bercakap-cakap. Walaupun materi suara seperti kaset pelajaran, lagu, anime, drama, dan acara TV lainnya sangatlah mendidik, tidak ada yang lebih baik dari manusia nyata untuk ditiru cara pengucapannya, intonasinya, dan aliran pembicaraan alaminya.

Jangan kecil hati karena banyaknya materi yang harus dikuasai. Ingat, setiap kata atau tata bahasa baru yang anda pelajari berarti anda selangkah lebih dekat dalam menguasai bahasa Jepang!

Tidak perlu ada basa-basi lagi. Selamat belajar!