2009年12月25日金曜日

Sistem Penulisan Bahasa Jepang

Huruf-huruf yang digunakan

Ada beberapa macam huruf yang di pakai di negara jepang, yaitu :

  • Hiragana - Huruf utama bahasa Jepang. Digunakan terutama untuk keperluan tata bahasa. Bisa juga digunakan untuk menunjukkan cara membaca kanji yang susah bahkan malah dipakai untuk menggantikannya.
  • Katakana - Huruf yang pada umumnya digunakan untuk menuliskan kata serapan yang diambil dari bahasa asing atau untuk menuliskan nama orang asing maupun nama tempat selain dijepang.
  • Kanji – Huruf ini Pada dasarnya mengadopsi sistem penulisan China. Kanji mempunyai dua cara baca yaitu :On'yomi dan Kun'yomi . On'yomi atau ucapan Cina adalah cara membaca huruf kanji mengikuti cara membaca orang Cina sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Kun'yomi atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter kanji yang artinya sama atau mendekati.
  • Romaji - atau ,aksara Romawi adalah cara penulisan bahasa Jepang dengan menggunakan abjad Latin.

Suara-suara yang ada dalam bahasa Jepang dituliskan menggunakan hiragana dan katakana. Keduanya disebut kana. Pada dasarnya kedua bentuk tulisan ini sama dalam cara bacanya.Namun masing-masing bentuk huruf ini mempunyai fungsi/kegunaan yang berbeda.

Selain itu,ada lagi bentuk tulisan yang disebut kanji, bentuk tulisan ini juga digunakan secara umum oleh orang jepang. Sebagian besar kata-kata dalam kailmat bahasa jepang ditulis menggunakan kanji. Secara historis ada lebih dari 40.000 kanji, namun 2.000 huruf sudah mencakup lebih dari 95% kanji yang digunakan dalam bahasa Jepang modern. Karena tidak ada spasi dalam bahasa Jepang, jadi kanji diperlukan untuk mengetahui batas kata dalam suatu kalimat.

Hiragana digunakan untuk keperluan tata bahasa. Kita akan melihat fungsi tersebut saat mempelajari partikel. Kata-kata yang kanjinya susah atau jarang dipakai serta istilah percakapan ditulis dengan menggunakan hiragana. Hiragana juga sering menggantikan kanji untuk pelajar bahasa Jepang pemula dan anak-anak.

Walaupun katakana melambangkan suara-suara yang sama dengan hiragana, katakana umumnya dipakai untuk menuliskan kata-kata modern yang diimpor dari negara-negara barat. Ini karena kata-kata tersebut tidak memiliki kanji.

Intonasi

Membedakan suara tinggi dan rendah adalah hal yang penting dalam bahasa lisan. Sebagai contoh, suatu kata bisa memiliki tinggi rendah suara yang berbeda,walaupun bentuk tertulisnya sama. Kendala terbesar untuk bisa berbicara dengan benar dan alami adalah masalah intonasi. Banyak siswa yang berbicara tanpa memperhatikan intonasi sehingga terdengar tidak alami (di Jepang terkenal sebagai logat luar negeri). Akan sangat menyulitkan jika siswa berusaha menghafal intonasi tiap kata, apalagi karena intonasi bisa berubah tergantung konteks dan logat wilayah. Satu-satunya cara yang praktis untuk menguasainya adalah dengan latihan meniru orang Jepang berbicara lewat acara anime, drama, dan media-media lainnya.